Bagaimana Cara Gw Menghasilkan dalam Dollar

by | Nov 23, 2018 | Lyfe Happens, Post Bahasa Indonesia, Work Online

polaroid

Salah satu tantangan bagi orang kreatif adalah bukannya ketidaktersediaan material, tapi menghadapi orang-orang yang selalu mematahkan ide/ gagasan kreatif. Karena orang-orang tersebut gak mengerti bahwa salah satu bagian dari proses kreatif adalah kegagalan. Orang kreatif gak akan berhenti di satu bahkan seribu kegagalan. Entah udah berapa kali gw diceramahin atau dikatain orang-orang bahwa gak semua orang bisa ngelakuin apa yang mereka mau, sebagian besar orang memang harus kerja melakukan apa yang mereka gak suka asal bisa hidup. Iya, gw setuju dengan kalimat tersebut. Anggaplah persentasenya 85% dan 15%, maka itu gw mau jadi yang 15%, bukan yang 85%. Gw percaya bahwa selalu ada cara dimana skill dan level kemampuan yang sama bisa dihargai berbeda. I just need to know how, what, where, when and why. Nah 4W1H ini yang mahal.

Basically gw ini orangnya pemalas banget, gw hanya mau melakukan apa yang gw suka. Sampe gw juga males yang namanya pergi ke kantor setiap hari, harus dandan mentereng,pake seragam, ngeluarin duit buat ongkos, biaya penampilan dan gajinya menurut gw gak lebih dari dari uang jajan yang dikasih orang tua gw waktu gw kuliah dulu. Apalagi kalo pekerjaan itu hanya mengajarkan gw satu hal, karena gw hanya melakukan hal yang sama setiap hari, sehabis itu kalo gw berhenti gw hanya dianggap tisu basah sekali pakai, yang mana penggantinya bejibun, lalu gw harus stuck di satu perusahaan karena kalo pindah perusahaan akan jatoh ke awal lagi dan belum lagi kalo mau pindah lokasi tempat tinggal (misal istri yang ikut suami atau bosen aja gitu di suatu daerah), susah pindahnya karena masalah pekerjaan. Untuk diri gw pribadi, gw mau menjauhi situasi-situasi tersebut. Gak worth it rasanya gw mengekang masa muda gw karena kecemasan apa yang akan terjadi nanti di masa tua yang belum pasti. Dan to be clear ya, gw gak meng-offend orang-orang yang melakukan pekerjaan tersebut, karena kebahagiaan dan situasi orang berbeda-beda. For me, I just can’t see myself there, just like you probably cant see yourself in my position.

Setiap generasi punya keuntungan sendiri-sendiri, dan gw yakin keuntungan generasi gw adalah internet. Ketakutan yang dimiliki oleh generasi orang tua gw gak seharusnya menghantui gw. Internet ada hampir dimana-mana, kalo gw bisa bikin uang dan stable income dari internet, maka gw akan mengurangi kekangan-kekangan dari hal-hal tadi. Lapangan pekerjaan yang bisa dikerjakan secara mobile semakin lama akan semakin luas, sampai puluhan tahun ke depan, masih akan tetap dibutuhkan pekerjaan di bidang teknologi atau kemampuan untuk membawa ilmu tradisional ke ranah teknologi. Semakin cepat dicoba semakin baik untuk mendapatkan first-mover’s advantage. 

Dulu, gw menyangka kalo gw mau jadi pengusaha. Ternyata setelah gw jalanin, gw semakin mengerti konsep kebebasan yang gw inginkan itu yang bagaimana. Yang gw mau adalah kebebasan lokasi, it doesn’t matter for me if gw harus masuk ke dalam suatu tim (in fact I realized I like being in a team, asal timnya adalah orang-orang yang mirip gw. Gw gak bisa banget berada dalam lingkungan kerja yang mengutamakan senioritas, yang kalo mau mengemukakan pendapat harus segan-segan segala lah karena faktor usia dan adat). Dan gw juga mau waktu gw dibayar sepadan. Kalo gw terikat dalam suatu perusahaan tradisional, ‘harga waktu’ gw terikat dengan kebijakan mereka. Sedangkan dengan apa yang gw lakukan sekarang, gw punya lebih kuasa dalam menentukan seberapa gw ingin dibayar. Ya memang bersusah-susah dulu di awal, tapi grafik naiknya kelihatan. 

Selain karena masalah dollar, alasan utama gw lainnya adalah gw mau menjadi location independent, dimana gw bisa kerja dari mana aja selama ada internet. Just in case suatu waktu gw pindah kota atau malah negara (ya namanya hidup kita gak tau kan), lebih baik gw punya skill dan portofolio yang gw bisa bawa jauh ketimbang ngehabisin hidup gw di satu tempat yang ternyata gak akan dihargai lebih di tempat lain. Tapi itu menurut gw pribadi ya…

And to be honest, another reason why I push myself to be able to earn in dollars is because I dont feel optimistic of how this country will be. It’s just getting closer and closer to be the next Syria, while other countries are busy working on developing technology, my country is still busy fighting over what religion a leader should believe in. At least, if the worst happens, I’ll have a career and a name that can help me to make money somewhere else.

Mungkin, kalo dari luar keliatannya gw ini maen-maen aja ya, jalan-jalan terus, kayaknya cuma ngelakuin hal yang senang-senang aja. Gw keliatannya kayak orang yang gak peduli dengan masa depan. In fact, gw peduli banget dengan semua yang berpotensi merusak kebebasan dan kebahagiaan gw. Like it or not, finance holds the key to many kinds of freedom.

So, dari saat gw di Bali awal tahun ini, gw kepingin banget rasanya earning in dollars and spending in rupiahs namun masih tetap berkaitan dengan bidang yang gw kuasai/ nikmati. Menurut gw, the fact that I live in a developing country like Indonesia adalah keuntungan gw yang gak dimiliki warga negara maju, terlebih lagi gw masih muda dan gak punya tanggungan, jatah gagal gw masih banyak. Hence, gw melakukan ancang2 dan akhirnya kesampaian juga, walaupun belum besar, but it’s getting better and more sustainable. Enak ternyata punya dua pendapatan dengan mata uang yang berbeda.

Bisa dibilang, ‘karir’ dibidang cari duit online udah gw mulai dari sekedar jadi sista-sista online shop sambilan, penerjemah online, crypto trader dadakan, sampe ke international marketplace, bukan cuma market place barang, tapi juga marketplace jasa. Yang mana artinya gw bekerja sebagai freelancer yang selama ini gw geluti. Berikut cara yang gw lakukan dan gw tau menurut pengalaman gw:

  1. FIND THE WHAT

Gak semua hal/ skill bisa dibawa ke dunia digital, misalnya aja kalo kemampuan lo mantri sunat, kan gak mungkin mau nyunat via skype. Ada cara lain memang dan bukan berarti buntu, misal, bikin kelas online tentang dunia persunatan, tapi kan bidang itu mungkin gak high demand dan gak dibutuhkan di negara-negara dollar. Cari tahu tentang bidang dan peluang apa aja yang dibutuhkan banyak orang, well-paid dan sustainable. Dari semua list itu, pilih salah satu yang menurut lw, lw mampu atau lo suka, atau yang bisa membantu lo untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di kemudian hari. Ada banyak banget peluang cari duit dari internet, malah kebanyakan yang seringnya gak kepikiran, tapi ternyata ada ya kerjaan kayak gini.

2. DECIDE WHERE & HOW TO USE YOUR EXISTING RESOURCES

Setelah memilih hal mana yang akan dijalani, fikirkan gimana caranya menggunakan resource yang kamu punya sekarang untuk membantu kamu mendapatkan itu. Juga, it doesn’t mean that we have to learn something that’s really new and different from what we’ve mastered before. Gw memilih bidang yang at least gw punya pengetahuan yang cukup, so ketika gw alternate hal itu ke dunia digital, gw gak harus belajar dari awal lagi (walau pun ternyata fashion design untuk bridal dan untuk apparel manufacturing itu beda total! haha)

Misal dalam kasus gw, bidang yang udah gw pelajari dan gw rintis adalah fashion design, kalo tiba-tiba nyelonong pingin jadi programmer software, kan gw harus ulang belajar hal yang baru lagi. Sedangkan kalo gw tetep di dunia fashion design, gw hanya perlu mencari tau bagian mana dari fashion design itu yang ada market untuk jasa digitalnya, salah satunya adalah Digital Technical Packs (well, gak usah gw jelasin lah ya ini apa).

3. BUT LOOK FOR OTHER POTENTIAL CORRELATED OPPORTUNITIES

Gak menutup kemungkinan kalo kemampuan yang udah lw kuasain bisa dimanfaatkan di bidang lain. Contohnya, apa yang udah gw pelajari dan kerjakan di dunia fashion ternyata bisa gw bawa ke bidang ilustrasi digital. Karena sebenarnya gw menggunakan software dan beberapa skill yang ada kesamaan. Contohnya, gw menggunakan software yang sama, yaitu Adobe Illustrator untuk bikin fashion flats, dan Adobe Illustrator juga bisa digunakan untuk menggambar ilustrasi. Untuk saat ini, gw belum menjual jasa gw di bidang ilustrasi, tapi gw udah mengumpulkan portofolio dari sekarang.

4. FIND A WAY TO SEE AND TO BE SEEN

Put yourself in the map, what is the map?? The internet. Banyak platforms yang mendukung agar orang  lain yang belum kenal kita (misal future employer) bisa mengetahui kemampuan kita, tapi jangan asal menyampah ke semua platforms juga ya bok, pilih yang strategis dengan tujuan lo.

Bisa diliat ya, gw ada di Youtube, blog, etsy, dribble, etc etc. Namun semua yang gw lakukan bersinergi dalam stream yang sama yang membantu satu sama lain. Sehingga kalo ada future employer, dia bisa liat kalo emang gw punya kemampuan. Apa yang gw tebar itu portofolio online gw.

Banyak yang sangka, gw itu cuma ngebikin dress/ gaun pesta buat wanita, trus bengong nungguin baju gw kejual. Kenyataannya, kalo gw cuma bergantung dengan menunggu baju gw kejual doang, gw mau makan pake apa ciiinn, mana pula gw pemain baru dan yang gak punya koneksi siapa-siapa. Gw juga gak pinter peres sama ibu-ibu sosialita. Saat gw menaruh foto-foto hasil karya gw di interenet, gw gak menaruh harapan besar mereka akan kejual. Karena gw sadar itu sangat sulit, dari awal, sales itu bukan tujuan utama gw. Tapi itu portofolio gw. Gw harus bisa nunjukin kalo gw punya passion dan kemampuan di hal itu.

Gak usah malu buat memulai bikin portofolio. It takes time and hardwork dan buang jauh-jauh rasa malu, but it’s worth it. Jujur aja, gw itu bikin youtube channel juga bukan karena gw kepedean atau pingin terkenal. Gw bukan anak ABG lagi bro yang mikirnya masih begitu. Bisa diliat kalo sebenernya gw itu gak nyaman ngomong di depan kamera. Tapi ya gw paksain aja, karena gw yakin salah satu strateginya adalah ini. Ternyata sekarang subscribers gw udah mau 4000 aja. Kemungkinan sih, akhir Desember nanti gw udah mencapai angka 5000. Bayangin ya, ketika temen-temen gw malah pamer foto anak-anaknya di sosmed atau foto undangan pernikahan, gw malah ujug-ujug bikin youtube channel buat dunia perjahitan. Pasti lah banyak yang sebenernya ngetawain gw di belakang saat itu, ngapain coba ni orang udah umur segini malah kayak dedek-dedek, maenannya Youtube. Haha! Tapi, percaya atau gak, Youtube gw itu udah membantu gw mendapatkan trust dari orang-orang yang gak tinggal di negara gw! Haha!

About the gal

Hey there!

I'm Citra Ayu, a fashion designer-turned-graphic designer, living her best life in Bali, Indonesia. A creative soul with a restless mind who’s not afraid of trials and errors and then shares them to the world. Has a Youtube channel about sewing-and-design-related stuff. Been attached to the internet since 1998. This blog is the digital documentation of my life journey and thoughts from time to time. Click here to read more about me. 

Join the email tribes!

Stay in touch and be the first to know whenever I update new content! Choose the mailing list based on your interests (you can sign up to one or all of them!). My mailing lists are where I share my freebies and tips and tricks!

 

On Youtube:

1 Comment

  1. Khafidah

    Setelah baca ini dari atas, takjub aja gitu ka citttt ❤️ like what u feel of all, its me. Too. Haha lol but yaaa. Sok Inggris kan gw btw salam kenal ya ka citra aku Fidah dari kab Tangerang. Aku random aja search di YouTube dan Darii jaman SMP mungkin pengen banget bisa menjahit jadi desainer gitu, dan sampe aku kesini klik mailing list mu kak, aku tuh dri dulu banyak keraguan gda support dri sekeliling atau arahan aku pengennnnn bangettt belajar jahit, dlu waktu masih ada almarhum ibu beliau sedikit mengerti soal menjahit mungkin, tapiii finance yang ga mendukung dan skrng aku udh kerja ada uang mungkin bisa kubeli itu mesin jahit tapi ingin berbagi ilmu atau pun pelajaran rasanya kurangg. Dari waktu, mencari tmpat kursus yang benar² pas (biaya, jarak) itu membuat dilema dan kaya bingung dan skrng umurku sudah 24 tahun, aku skrng kerja sebagai karyawan swasta dengan pekerjaan yang monoton seperti itu maklum pabrikan tapi dengan kondisi covid kaya gini ga gampang buat cari uang keluar masuk perusahaan. apalagi untuk mindset seperti aku ini yang ogah sogok menyogok ke perusahaan cuman untuk diterima kerja. Di daerahku sudah lumrah hal seperti itu tapi bagiku itu sangat merugikan diri sendiri banyak hal dehh yang ga keduga kalo hal kaya gitu kita lakuin. Btw aku belum baca semua e-book mu kaa aku kudu semangat nihh baca yang beginian apalagi udh di kasih free hehe semoga waktu dan mood ku terus bersahabat untuk melihat peluang positif disetiap detik seperti e-book yg Ka citra share inii.. thank you kaa city❤️? keep inspired luvv

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

About the gal

Hey there!

I'm Citra Ayu, a fashion designer-turned-graphic designer, living her best life in Bali, Indonesia. A creative soul with a restless mind who’s not afraid of trials and errors and then shares them to the world. Has a Youtube channel about sewing-and-design-related stuff. Been attached to the internet since 1998. This blog is the digital documentation of my life journey and thoughts from time to time. Click here to read more about me. 

Join the email tribes!

Stay in touch and be the first to know whenever I update new content! Choose the mailing list based on your interests (you can sign up to one or all of them!). My mailing lists are where I share my freebies and tips and tricks!

 

On Youtube:

More posts on the blog

Get in touch!

Wanna say 'Hello'? Awesome! I'd love to hear from you! But first, HOUSE RULES1.) Be Nice, 2.) Don't try to pitch me anything. Cool with that? Fill out the form below and I'll get in touch with you 😀 

7 + 9 =